jangan pernah lelah mendapatkan peraduan indah
Tampilkan postingan dengan label Tips Jual Beli Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Jual Beli Rumah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 November 2010

Kiat Membeli Rumah dengan KPR

Peluang setiap orang untuk mendapatkan tempat tinggal yang ideal saat ini semakin terbuka lebarr. Betapa tidak, di kiri kanan jalan raya terpampang poster yang mengiklankan berbagai macam properti pada umumnya dan rumah pada khususnya.

Begitu banyak developer yang menyediakan rumah dengan keunikan masing masing. Selain itu mereka juga menyediakan segala fasilitas yang sangat dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat.

Soal pembayaran ada banyak model. Jika mengalami kesulitan untuk membayar sekaligus, bank bisa dijadikan alternatif yang bagus untuk membantu kita memiliki rumah. Yang ditawarkan bank adalah kredit kepemilikan rumah (KPR). Dengan produk ini, setiap orang diberikan peluang untuk mendapatkan rumah, Namun jangan lupa, KPR adalah produk bank yang tentu saja memberikan keuntungan kepada bank.

Setiap bank yang menawarkan jasa KPR mempunyai aturannya sendiri. Dengan demikian anda perlu selektif memilih KPR. Agar pemilihan KPR tepat dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, ada baiknya anda mempelajari jasa KPR dan seluk beluknya.


Pertimbangan memiliki Rumah Secara KPR

1. Memilih bank dengan reputasi dan kinerja yang baik sembari membandingkan batas kredit yang ditawarkan untuk kelancaran proses KPR.

2. Memilih bank yang memiliki jaringan yang luas sehingga lancar dan mudah berhubungan dengan Bank itu.

3. Memenuhi dan memahami aturan main dengan terealisasinya KPR yakni lulus seleksi awal pengajuan dan sanggup membayar cicilan setiap bulan.

4.Memastikan bahwa dana yang ada sudah melebihin batas minimum untuk pengajuan KPR.


Mekanisme dan prosedur pengajuan KPR

1. Meminta informasi pengajuan KPR setelah merasa yakin akan pilihan rumah dan bank pemberi KPR.

2. Bank akan melakukan wawancara menyangkut latar belakang penerima KPR dan kesanggupan membayar sesuai waktu.

3. Apabila lulus wawancara, menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat

4. Penyerahan kunci sekaligus memberikan sertifikat kepada bank yang kemudian dikembalikan setelah semua cicilan lunas.


Kesanggupan yang dimintai Bank kepada pemohon KPR

1. Mengisi aplikasi KPR

2. Melampirkan beberapa dokumen sebagai berikut

1.Copy KTP(jika sudah menikah copy KTP suami istri)
2.Surah nikah atau surat cerai
3.Copy Kartu Keluarga
4.Surat keterangan WNI
5.Rekening tabungan 3 bulan terakhir atau rekening koran
6.Slip Gaji
7.Surat keterangan tempat kerja (min 2 tahun bekerja)
8.Surat keterangan jabatan
9.Dokumen kepemilikan agunan berupa Surat hak milik, IMB , dan pajak
10.NPWP Pribadi atau SPT PPH 21 utk kredit lebih dari 100.000.00


Sistem Bunga KPR : Fixed atau Float

Ketika membeli rumah secara KPR pastinya pihak Banke memberitahukan peminat KPR mengenai sistem bunga yang dipakai dalam pembayaran. Biasanya Bank memberlakukan bunga fixed dan float untuk KPR.

Fixed adalah bunga yang dibayar selalu tetap meskipun tingkat bunga selalu fluktuatif. Sistem bunga ini sangat cocok untuk kredit dalam jangka waktu lama. Jangka waktu maksimum adalah 10 tahun. Biasanya yang memberi bunga fixed adalah bank syariah.

Sementara float merupakan sistem bunga yang dibayar setiap bulan dan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga pasar. Besarnya bunga dievaluasi bank satu tahun sekali.


Alasan memilih bunga fixed atau float


Jika anda menginginkan ketenangan dan kepastian dalam mencicil lebih baik memilih fixed karena cicilannya sama dari bulan ke bulan ataupun dari tahun ke tahun, Sehingga tidak perlu khawatir akan membengkaknya cicilan. Akan tetapi seandainya suku bunga turun selama jangka waktu kredit maka lebih baik mengambil yang float. Keduanya masing mempunyai keuntungan dan resiko.


Trik jitu meloloskan proses KPR


Pihak bank juga selektif dalam memilih calon pengguna KPR supaya tidak dirugikan. Pihak bank juga tidak segan menuntut calon pengguna KPR untuk mengikuti tata cara dan menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk KPR.

Kiat Lolos KPR antara lain adalah

  1. Mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Bagi seorang wirausaha dokumen yang disiapkan adalah :
    1. Daftar pemasok, jika usahanya bergerak di bidang perdagangan
    2. Bukti transaksi dengan pelanggan
    3. Catatan rekening bank minimum tiga bulan terakhir
    4. NPWP
    5. Surat ijin usaha perdagangan
    6. Tanda daftar perusahaan (TDP)

Bagi Profesional/praktisi yang disiapkan antara lain

1.Bukti transaksi dengan pelanggan
2.Catatan rekening bank minimum tiga bulan terakhir
3.NPWP
4.Surat izin praktik utk beberapa profesi tertentu

2. Memperbaiki penampilan keuangan.

  • Memiliki rekening bank karena slip gaji tidak begitu dipercaya bank. Biasanya bank akan meminta catatan rekening bank untuk membuktikan jumlah yang sesuai dengan slip gaji. Apabila mendapatkan gaji secara tunai,sesegera mungkin memasukkannya ke rekening bank sebelum menggunakan untuk keperluan sehari hari. Dengan begitu bank dapat menilai bahwa pengaju memiliki penghasilan rutin. Disamping itu usahakan catatan rekening bank menunjukkan adanya pemasukan sekitar 3-4 bulan terakhir dari penghasilan
  • Proporsional dalam cicilan utang. Karena bank dapat menolak permohonan KPR jika cicilan utang mencapai 33% dari penghasilan rutin.
  • Lancarkan pembayaran utang di tempat lain karena bank dapat menganalisa dan mempunyai cara tersendiri memperkirakan kondisi keuangan pemohon KPR.

(sumber: agenpropertiku.com)

Rabu, 17 November 2010

Memilih Lingkungan Perumahan yang Nyaman

Ada berbagai kriteria setiap orang mencari lingkungan perumahan yang diinginkan. Ada yang memilih membeli di perumahan elite, ada yang memilih ada masjidnya dan berbagai pilihan lainnya.

Namun sering para konsumen ini terpaksa menjual rumah barunya karena tidak siap dengan kondisi lingkungan atau tidak nyaman dengan kondisi lingkungan rumah barunya.
Berikut adalah beberapa pertimbangan untuk memilih lingkungan perumahan yang nyaman tidak hanya dari penampakannya.

Ingin lingkungan perumahan yang agamis?

Sering orang membeli rumah di perumahan dengan hanya melihat ada masjid atau tidak, jika ada maka diambil kesimpulan bahwa lingkungan perumahan itu agamis. Perlu diperhatikan bahwa sering masjid di sebuah perumahan tidak diurus oleh orang-orang perumahan sendiri tapi diurus oleh penduduk kampung setempat. Hal ini dikarenakan kesibukan dari penghuni perumahan yang tidak memiliki waktu lebih untuk kegiatan di luar atau kegiatan sosial. Perhatikan pula apakah masjidnya sering terisi orang, karena sering masjid perumahan justru sepi.

Misalkan lagi pemilihan dengan asumsi ada tempat pengajian al'quran untuk anak-anak agar anak-anak kita dapat mengaji disitu. Perlu diperhatikan, bahwa sering orang-orang perumahan karena kesibukannya menjadikan TPA tepat penitipan anak karena tidak sempat mengajari mereka mengaji. Hasilnya sering malah akan menjadi ajang ketidakpekaan terhadap lingkungan sosial yang sebenarnya. Sebaik-baiknya pendidikan lebih utama adalah pendidikan di dalam keluarga.

Ingin rumah besar dengan kehidupan sosial yang ramah?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang-orang perumahan seringnya adalah orang-orang yang sibuk bekerja. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa di perumahan elite sering kehidupan sosialnya terabaikan (tetangga saja tidak kenal). Jika di perumahan menengah biasanya masih terjalin kehidupan sosial bertetangga walau tidak banyak, minimal kenal dengan tetangga kanan-kiri.

Jika Anda ingin rumah yang besar dan masih butuh bertetangga maka sebaiknya membeli dua atau lebih kavling di perumahan menengah yang kemudian digabungkan. Tapi jika ingin eksklusif tanpa memusingkan kehidupan bertetangga, Anda dapat memilih perumahan elit.

Ingin rumah yang aman tanpa banyak dimasuki orang luar perumahan?

Anda dapat memilih perumahan yang menggunakan kluster kuldesak. Kuldesak memiliki satu akses pintu keluar yang biasanya dijaga satpam. Kuldesak biasanya hanya terdiri beberapa rumah sehingga mudah diawasi oleh satpam sehingga Anda tidak akan sering diganggu orang-orang luar yang meminta sumbangan atau dipaksa membeli barang dagangannya.

Namun karena jumlah anggota perumahan sedikit maka sering harus berkompromi dengan penduduk kampung setempat, misalnya satpamnya berasal dari kampung setempat, karena jika tidak jumlah anggota perumahan tidak akan mampu melawan penduduk kampung setempat.

Dari tips-tips yang sudah dipaparkan, Anda dapat memilih dan memastikan lingkungan perumahan yang akan Anda beli sesuai dengan kenyamanan Anda.

(sumber: properti.gangsir.com)

Jumat, 29 Oktober 2010

Tips dan Cara Jual Rumah agar Cepat Laku

Anda bisa menjual sendiri rumah Anda atau menggunakan jasa Agen Properti. Tentu dengan kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Itu adalah masalah pilihan.

Agen Properti (seharusnya) memudahkan Anda memasarkan rumah. Menghemat banyak waktu dan tenaga Anda. Untuk itulah mereka berhak akan komisi penjualan. Agen Properti yang baik melakukan apa yang harus dilakukan yaitu memasarkan rumah Anda bukan hanya melisting dan berharap pada keberuntungannya dan atau keberuntungan Anda.

Intinya adalah ekspose. Bila lebih terekpose, maka akan mudah ditemukan oleh calon pembeli. Gunakan segala cara agar orang tahu bahwa properti Anda sedang berada di pasar properti, sedang dijual, atau disewakan.

Jika Anda memilih untuk memasarkan sendiri rumah Anda, berikut adalah beberapa petunjuk agar rumah anda cepat terjual :

  1. Sebar Brosur
  2. Daftarkan ke katalog
  3. Pasang Papan Tanda
  4. Pasang petunjuk arah
  5. Pasang Iklan di koran
  6. Pasang Iklan di Internet
  7. Infokan ke orang yang anda kenal
  8. Infokan ke agen properti
  9. Buat anda mudah dihubungi
  10. Bersihkan dan rapikan rumah (renovasi kecil)
  11. Buat foto rumah dan peta ke lokasi
  12. Usir Hantu
  13. Infokan ke milis yang Anda ikuti
  14. Pasang iklan di radio
  15. Pasang iklan di televisi
  16. Siapkan pendanaan
  17. Review harga
  18. Follow Up

Berikut adalah penjelasannya :

  1. Sebar Brosur
    Membuat dan menyebarkan brosur adalah cara yang paling banyak menyumbang pembeli serius.
  2. Daftarkan ke katalog {+}
    Ya ! Daftarkan ke katalog yang biasa disebarkan ke lingkungan rumah anda.
    Ini juga efektif dan efisien dalam hal harga.
  3. Pasang Papan Tanda
    Papan Tanda sering membawa pembeli serius. Sudah terbukti. Salahsatu contohnya seperti di atas. (sumber: pemiliklangsung.com)

Selasa, 26 Oktober 2010

Telitilah Sebelum Membeli Rumah

Teliti sebelum membeli harus dipegang teguh calon konsumen rumah, agar terhindar dari berbagai masalah yang kerap dikeluhkan di media massa, setelah rumah dibeli. Bagi yang ingin membeli rumah, khususnya pre sales, simak tips Dermawan Wicaksono, praktisi bisnis properti.

1. Pertama kali, cari tahu track record pengembang. Apakah pengembang ini sudah terdaftar pada organisasi pengembang, sudah berapa proyek perumahan yang dibangun, serta bagaimana kategori atau kelas perumahan tersebut. Informasi ini bisa cidapatkan dengan menanyakan langsung ke staf pemasaran atau mencek ke organisasi pengembang. Jangan segan untuk mencek.

2. Saat akan membayar booking fee, mintalah kepada staf pemasaran pengembang untuk melihat draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) rumah yang akan dibeli. Pelajari detil beberapa aspek, termasuk aspek hukum yang timbul dari perjanjian tersebut. Biasanya, di PPJB tertera harga jual dan biaya yang harus ditanggung konsumen, lokasi dan spesifikasi bangunan, tanggal serah terima bangunan yang tidak boleh lebih dari 18 bulan sejak tanggal penandatanganan, dan denda bila terjadi keterlambatan penandatanganan.

3. Setelah itu Anda harus cermat sebelum akad jual beli (AJB) dengan pengembang. Beberapa hal yang perlu perhatian ekstra antara lain, pengurusan KPR harus jelas sejak awal yaitu apakah diurus sendiri oleh konsumen atau diurus pengembang. Cermati suku bunga KPR dan bandingkan dengan harga pasar, apakah rasional atau tidak.

4. Hitunglah bunga yang diberikan. Lakukan klarifikasi sejelas mungkin, apakah sistem perhitungan bunganya efektif atau flat. Pada sistem efektif, jumlah cicilan akan terus berkurang seiring mengecilnya nilai utang. Pada sistem flat, nilai angsuran akan tetap, berapa pun utang yang masih terisa. Bunga ini penting, sebab sering pengembang menawari bunga lebih rendah daripada pasar. Padahal kalau dihitung-hitung pada tingkat suku bunga dengan besaran tertentu, antara suku bunga flat dengan bunga efektif saat jatuh tempo, nilai yang harus kita bayar sama saja.

5. Saat serah terima, jangan gegabah dengan langsung menandatangani berita acara serah terima. Teliti dulu rumah yang dibeli. Bila ternyata tidak sesuai dengan isi PPJB, Anda berhak untuk tidak menandatangani berita acara tersebut sampai pengembang melakukan perbaikan yang pantas.

(sumber: koran tempo)

Senin, 25 Oktober 2010

Hal yang Harus Dihindari Saat Beli Rumah

Rumah adalah salah satu benda paling berharga bagi setiap manusia yang menjalani kehidupan. Rumah adalah tempat untuk kembali setelah lelah beraktivitas. Tempat berteduh dari hujan dan sengatan matahari. Tempat seluruh keluarga bercengkerama.

Tak heran bila rumah umumnya menjadi benda termahal yang dibeli setiap orang, terutama yang sudah berumah tangga. Namun jika salah melangkah saat membeli rumah, bukan kenyamanan yang akan didapati, justru ketidaktenangan dan rasa was-was yang akan kerap menghantui setiap hari.

Mencari dan memilih rumah memang seperti halnya mencari jodoh. Tentunya banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Jangan sampai Anda merasa terjebak membeli rumah tanpa melakukan survei dan menggali informasi lebih lanjut.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk menyimak hal-hal berikut ini, yang layak dihindari saat seseorang memutuskan membeli rumah.

Hindari banjir. Ini menjadi harus pertimbangan utama bagi calon pembeli rumah terutama di kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang. Buat apa beli rumah mewah fasilitas bagus, tapi selalu kebanjiran. Merepotkan bukan.

Hindari lokasi tak aman. Pastikan keamanan terjamin 1x24 jam setiap hari. Buat apa membeli rumah bila saat ditempati atau ditinggal pergi, perasaan kita selalu was-was.

Hindari fasilitas minim. Rugi bila membeli rumah tapi fasilitas minim. Perhatikan, minimal, di dalam rumah, listrik dan air harus layak pakai. Di luar rumah, fasilitas pendidikan, kesehatan, beribadah, area bermain, dan bersosialisasi harus tersedia dengan baik.

Hindari wilayah rawan bencana. Selain banjir, rumah yang dekat tebing, di bawah saluran listrik tegangan tinggi, menara tinggi, layak untuk tak jadi pilihan. Sebaiknya dihindari.

Hindari rumah pojok di gang buntu. Jalan buntu membuat privasi pemilik rumah jauh berkurang. Sirkulasi udara juga kurang maksimal.

Hindari jalan yang tak masuk mobil atau hanya dilewati satu mobil. Rumah yang berada di jalan seperti ini juga layak dihindari. Jika pemilik perumahan itu masing-masing memiliki mobil, maka arus keluar masuk mobil akan sangat memusingkan. Di sini kesabaran tinggi akan sangat diperlukan.

Hindari terlalu banyak teman sekantor. Privasi akan sangat kurang jika dalam satu perumahan terdapat terlalu banyak teman sekantor, misalnya di atas 10 teman sekantor dalam 100 kepala keluarga. Suasana dan atmosfer kerja akan terbawa sampai di rumah. Apalagi jika masalah kantor dibawa sampai ke rumah.

Mungkin masih ada daftar panjang lagi yang harus dihindari saat memilih atau membeli rumah. Silakan tambahkan di sini agar pembaca yang hendak membeli rumah tidak merasa 'terjebak' di dalam rumah sendiri, salam.

(www.linkbizonline.com)

Minggu, 24 Oktober 2010

Inilah Tips Membeli Rumah Second/Rumah Bekas

Anda tentu pernah membaca berita tentang rumah bekas tempat tinggal presiden Amerika Serikat, Barack Obama di Menteng Dalam yang ditawar senilai Rp 1,5 miliar. Rumah yang sederhana ini sudah banyak ditawar orang, namun pemiliknya yang sekarang tidak berniat menjualnya.

Bagi Anda yang sudah berniat ingin membeli rumah lama, cerita tadi bukan untuk membuat Anda khawatir. Tapi sebagai bukti bahwa rumah lama pun masih diminati banyak pembeli dan bisa bernilai jual tinggi.

Beberapa keuntungan dari rumah bekas ini di antaranya mendapatkan lokasi yang baik, harga yang relatif lebih murah, dan ukuran lebih besar dibandingkan rumah baru di kawasan perumahan.

Jika Anda memilih rumah yang sudah dipakai, biasanya Anda bisa langsung menempati rumah tersebut setelah ada transaksi jual beli, tanpa harus menunggu waktu yang lama. Karena itulah, sebagian besar pembeli rumah bekas adalah keluarga muda. Khususnya yang baru menikah dan ingin segera menempati tempat tinggalnya. Agar tak salah beli, ada baiknya Anda membaca tips-tips di bawah ini.

1.Usahakan untuk membeli rumah dari pemiliknya sendiri. Cara membeli rumah second yang terbaik adalah langsung dari pemiliknya sendiri/tanpa perantara, karena disana anda bisa memperoleh informasi secara detail tentang rumah yang hendak dibeli. Selain itu dengan membeli langsung, harganya akan lebih murah karena penjual tidak perlu memberi komisi kepada broker/perantara.

2.Pilih broker/perantara yang tepat. Jika terpaksa anda harus membeli rumah melalui jasa broker/perantara, maka pilih broker yang sudah anda kenal/bisa anda percaya. Alternatif lain adalah dengan meminta referensi broker property dari saudara/relasi-relasi anda. Jika tidak, sebaiknya gunakan jasa broker porperty terkenal yang sudah memiliki kredibilitas baik, yang akan sangat membantu saat pengurusan dokumen jual beli, bahkan saat pengajuan KPR seandainya anda berencana membeli rumah tersebut dengan cara mencicil ke bank.

3.Tanyakan usia bangunan rumah. Secara sederhana anda bisa mengklasifikasi usia bangunan rumah yaitu : baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10 s/d 20 tahun) dan tua (lebih dari 20 tahun). Jika pernah dilakukan renovasi, tanyakan kapan terakhir kali dilakukan renovasi. Tentunya ini bukan patokan baku, karena tentu akan sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan, tipe struktur dan kualitas pengerjaan yang dipergunakan pada rumah tersebut. Yang jelas, semakin tua usia bangunan maka performa-nya semakin menurun, dan berarti anda harus bersiap menganggarkan dana untuk merenovasi rumah tersebut.

4.Periksa kondisi fisik rumah. Periksa secara detail kondisi fisik rumah pada setiap bagian-bagiannya, bila perlu buat check list agar lebih mudah dalam melakukan pemeriksaan. Akan lebih baik jika anda mengajak kontraktor untuk menilai kondisi rumah saat ini. Beberapa hal yang harus anda perhatikan antara lain :
- Kondisi struktur rumah, periksalah barangkali ada retak-retak di pondasi, dinding, kolom dan balok
- Periksalah dinding, barangkali ada flek-fek bekas rembesan air tanah
- Periksa kualitas lantai, apa masih baik atau sudah mengalami penurunan/retak-retak lantai
- Periksalah barangkali ada bekas-bekas serangan rayap pada kusen, jendela, pintu, plafon dan atap rumah.
- Pastikan bahwa struktur atap masih dalam kondisi baik, lihatlah barangkali ada balok/gording yang keropos, atau kebocoran serius pada talang
- Jangan lupa cek pula kondisi jaringan listrik PLN di rumah, masih baik atau sudah awut-awutan
- Apakah kualitas airnya masih layak, dan cek pula jaringan air apa masih dalam kondisi baik
- Rasakan kondisi ruangan-ruangan, apakah segar, lembab atau malah terasa gerah ?

5.Cek lingkungan sekitar rumah. Dapatkan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama jika rumah itu hendak anda tempati bersama keluarga. Jangan sampai anda kecewa karena ternyata lokasi rumah tersebut sulit diakses, rawan keamanan, jauh dari sarana pendidikan atau bahkan ternyata sering kebanjiran !!

6.Cek dokumen kelengkapan rumah. Periksalah keaslian sertifikat rumah (SHM), sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan kemudian lakukan cross check pada semua dokumen tersebut. Apabila ternyata nama yang tertera disitu tidak sama dengan nama penjual rumah, tanyakan status hubungannya. Bila katanya belum dilakukan proses Balik Nama, mintalah Akta Jual Beli yang sah atas rumah tersebut. Untuk rumah yang berstatus harta warisan, tanyakan berapa banyak ahli waris sahnya. Poin ini penting sekali buat anda, demi menghindari masalah hukum yang tidak diinginkan di kemudian hari.

7.Cek harga. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi rumah tersebut, sehingga anda bisa melakukan penawaran dalam kisaran harga yang sewajarnya. Terlebih-lebih jika anda berencana membeli rumah tersebut untuk kemudian menjualnya lagi.

Nah, semoga beberapa tips di atas bisa bermanfaat bagi Anda. Selamat membeli rumah.

(www.jedadulu.com)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More