jangan pernah lelah mendapatkan peraduan indah

Kamis, 18 November 2010

Menempati Rumah Tusuk Sate

Siapa pun pasti ingin memiliki rumah sendiri. Ada banyak pertimbangan ketika orang hendak memilih rumah. Salah satunya adalah lokasi. Tentu pilihannya jatuh pada rumah dengan lokasi strategis agar memudahkan beraktivitas. Dalam jangka panjang rumah ini akan mendatangkan peluang investasi yang bagus.

Bagaimana dengan rumah yang posisinya tusuk sate? Kebanyakan orang akan menggeleng jika ditawari rumah tersebut. Mayoritas masyarakat menyakini rumah tusuk sate kurang bagus peruntungannya. Para penganut feng shui juga menyakini rumah tusuk sate kurang mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya.

Bisa dipahami, posisi tusuk sate memang bisa mendatangkan efek negatif. Misalnya, rumah akan berisiko ditabrak oleh kendaraan yang melaju kencang. Dari sisi kesehatan, penghuni juga akan ikut terpengaruh sebab angin dan debu dari kendaraan yang lewat di depan rumah akan mudah masuk.

Di malam hari, sorot lampu dari mobil atau motor, yang hendak menuju samping kiri atau kanan rumah posisi tusuk sate tersebut, akan menganggu penghuni rumah. Lama-lama sorotan ini membuat tidak nyaman penghuni rumah. Begitulah, rumah tusuk sate menjadi kurang diminati.

Jika letaknya di kompleks perumahan, rumah ini akan menjadi pilihan terakhir yang dilirik oleh konsumen. Harganya biasanya akan lebih murah jika dibandingkan rumah lainnya. Belum lagi terpaan angin akan lebih banyak ketimbang rumah bukan tusuk sate.

Sebenarnya rumah tusuk sate tetap bisa menguntungkan kalau kita bisa menyiasatinya. Jika dipakai untuk usaha, misalnya, posisinya malah mudah dilihat dan ditemukan.

Jika terlanjur membeli rumah tusuk sate, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan agar nyaman ditinggali:

1. Ubahlah arah pintu rumah. Jika pada awalnya pintu menghadap ke jalan, pindahkan ke posisi sebelah kiri atau kanan. Dengan demikian debu atau angin yang masuk ke rumah tidak sebanyak bila pintu menghadap jalan tusuk sate.

2. Tanamlah tumbuhan yang berfungsi sebagai penyaring udara dan sebagai pelindung rumah dari bahaya diterobos kendaraan. Misalnya, tanaman bambu kecil. Tanaman ini akan bergerak elastis jika ada angin kencang yang datang dari depan rumah sehingga angin yang masuk ke rumah tidak akan terlalu kencang.

3. Pasanglah cermin di depan rumah. Cermin ini berfungsi sebagai peringatan bagi kendaraan yang lewat di depan rumah agar mengurangi sorot lampunya.

4. Untuk menjaga kesehatan penghuni, sebaiknya tidak memakai ruang depan sebagai ruang tidur. Sebab akan banyak angin dan debu yang masuk sehingga mengganggu kesehatan. Rumah tusuk sate tidak selamanya merugikan pemiliknya. Jika ditata dengan baik, rumah seperti ini tetap nyaman untuk ditinggali.

(sumber: http://id.shvoong.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More